Tata Bahasa Terbaik pada saat Presentasi

Riset yang dilakukan oleh Prof. Albert Mehrabian dari University of California, Los Angeles  menjelaskan bahwa dalam komunikasi besarnya pengaruh dari masing-masing komponen adalah  bahasa tubuh (55 %); intonasi suara (38 %); kata-kata (7 %). Makna dari hasil riset tersebut adalah ketika terjadi ketidaksinkronan dalam berkomunikasi, maka yang dipercaya adalah faktor yang mempunyai persentase yang lebih besar.

Salah satu pembicara kelas dunia yang sangat memperhatikan masalah pemilihan kata dan penggunaan bahasa tubuh ketika menyampaikan presentasi adalah Manoj Vasudevan. Beliau adalah juara dunia dari Toastmaster International World Championship of Public Speaking tahun 2017.

Tips presentasi yang baik

Manoj Vasudevan adalah seorang pengusaha asal India. Dia tinggal di Singapura dan kini berprofesi sebagai seorang konsultan manajemen. Presentasi Vasudevan di kompetisi presentasi tingkat dunia, yang menjadikannya juara itu berjudul ‘Pull Less, Bend More’.

Kepada harian Business Insider, Manoj Vasudevan mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menyampaikan presentasi. Hal itu bertujuan agar materi presentasi yang dibawakan dapat dimengerti oleh audiens. Selain itu, Vasudevan juga ingin agar audiens tidak hanya mendengarkan, tapi juga melakukan tindakan-tindakan tertentu.

Secara sederhana, Vasudevan mengatakan bahwa seorang pembicara tidak cukup hanya piawai menyampaikan materi presentasi. Yang terpenting bagi seorang pembicara adalah dia mampu menyampaikan pesan. Untuk menyampaikan pesan itu, maka dua hal yang penting adalah pemilihan kata-kata dan bahasa tubuh yang digunakan saat menyampaikan kata-kata tersebut.

Berikut adalah tips agar pesan dalam materi presentasi anda tersampaikan dengan baik dengan cara tata bahasa :

1. Buat audiens terhubung dengan Anda

Ketika anda mengatakan pada audiens, “Saya merasa senang disini”, akan tetapi bahasa tubuh Anda loyo, pandangan mata sayu sambil berdiri bersandar, maka audiens Anda tidak akan mempercayai kata-kata Anda. Mereka lebih mempercayai apa yang mereka tangkap melalui bahasa tubuh Anda.

Oleh karena itu, bahasa tubuh menjadi satu aspek penting yang harus Anda perhatikan ketika Anda memberikan presentasi.

Bahasa tubuh dapat membuat perbedaan yang besar antara presentasi yang statis dan membosankan dengan presentasi yang dinamis dan menarik. Presentasi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh bahasa tubuh si pembicara. Bahasa tubuh memiliki banyak elemen berbeda. Terdapat 4 kategori didalam Bahasa tubuh yaitu ekspresi wajah, kontak mata, gestur tubuh, posisi atau gerakan.

Buatlah sinkronisasi antara Bahasa yang dituturkan dengan gestur tubuh yang tepat itu menjadi bagian daya Tarik peserta agar anda dan peserta bisa terhubung.

2. Sampaikan materi presentasi seperti sedang berbicara

Setiap orang berbeda-beda dalam hal berpresentasi. Beda intonasi dan beda gaya. Akan tetapi ada pembicara yang menyampaikan materi presentasinya dengan gaya yang berapi-api. Tentu tidak masalah, sepanjang gaya itu sesuai dengan materinya. Tapi akan lebih baik jika Anda menyampaikan materi presentasi dengan gaya yang lebih kasual, seperti ketika anda sedang berbicara dengan teman-teman dekat Anda.

Untuk itu, kontak mata sangatlah dibutuhkan. Ketika sedang berbicara dengan teman, Anda tentu akan melihat ke arah matanya. Ketika dilakukan kontak mata di antara orang-orang yang sedang bercakap-cakap, maka pembicaraan akan terasa lebih intens.

Hal ini juga akan dirasakan oleh audiens ketika anda melakukan kontak mata dengan mereka. Jika audiensnya hanya sedikit, Anda bisa bergantian melakukan kontak mata dengan setiap orang yang hadir. Tapi jika Anda harus menyampaikan presentasi di hadapan banyak orang, Anda bisa memilih melakukan kontak mata dengan beberapa audiens. Pilihlah mereka secara acak, dari setiap sudut atau sisi yang mereka duduki.

Melakukan kontak mata dengan audiens dapat membuat mereka merasa lebih dekat dengan Anda. Jika audiens merasa dekat dengan pembicara, maka mereka akan lebih nyaman ketika mendengarkan presentasinya.

3. Sampaikan materi presentasi dengan bahasa yang sesuai dengan audiens

Mengenal audiens adalah persiapan yang sangat penting menjelang presentasi. Dengan mengenal audiens, maka Anda bisa memilih kata-kata yang akan digunakan untuk menyampaikan materi presentasi Anda.

Contoh situasi saat acara diadakan dimalam hari maka pembicara harus menyesuaikan tata Bahasa. Di malam hari, orang-orang tentu sudah berkurang daya konsentrasinya. Oleh karena itu anda harus memilih untuk menyampaikan materinya dengan gaya yang lebih santai, namun tidak membuat audiens menjadi mengantuk.

Yang paling penting adalah para audiens menerima pesan yang disampaikannya. “Mereka mungkin lupa kata-kata apa saja yang saya ucapkan. Tapi yang paling penting, audiens mengingat pesan dari saya,”

Pemilihan kata dan bahasa tubuh memang sangat penting dalam penyampaikan sebuah presentasi. Sebuah presentasi akan memukau ketika pembicara mampu memilih kata-kata yang tepat, sehingga pesan yang ingin disampaikannya bisa dimengerti dan dipahami oleh para audiens.

Sedangkan bahasa tubuh dapat membantu para audiens untuk lebih mencerna dan memahami materi presentasi yang disampaikan.

Davidsetiadi.com