Ketrampilan Berkomunikasi Formal|Pakar Public Speaking

Menurut pakar public speaking Bapak David Setiadi. Kata-kata formal tidak datang dengan mudah, terlebih saat Anda terbiasa menggunakan bahasa daerah/bahasa ibu.

Anda mungkin telah menghafal daftar kata formal untuk berkomunikasi dalam bisnis/pekerjaan Anda atau Anda mungkin tahu semua tata bahasa formal yang diperlukan untuk mengadakan percakapan. namun masih bingung ketika ingin mengekspresikan diri secara formal namun tidak kaku..

Pada artikel ini, saya ingin memberikan beberapa tips untuk membantu mengatasi kesulitan yang Anda pernah alami, menggunakan beberapa metode sederhana untuk meningkatkan ketrampilan komunikasi formal Anda.

1. Kontrol Kecepatan Berbicara Anda

Anda mungkin adalah seorang pembicara yang fasih, tetapi mengharapkan orang lain langsung menerima standar kecepatan bicara anda. mungkin tidak realistis.

mulailah berlatih jeda kata/kalimat. saat anda berlatih, semua orang memahami mengapa Anda ingin membuat kesan yang baik pada audiens Anda.
Untuk mengatasi kesulitan ini, cobalah Anda untuk berbicara dibawah kecepatan berbicara Anda. perhatikan Jeda ; (koma, titik, paragraf baru, dll.)

dalam public speaking juga demikian, tentu tidak banyak orang yang akan langsung memahami saat Anda berbicara lambat. namun pembicara yang baik biasanya melakukan itu saat berlatih, untuk menyampaikan pesan materi mereka.
Memilih kata-kata dengan hati-hati juga dapat dinilai sebagai tanda hormat terhadap audiens, Ini menunjukkan bahwa Anda ingin memberi mereka penjelasan materi sebaik mungkin.

2. Berikan Waktu untuk Berpikir

Anda mungkin khawatir bahwa orang yang Anda ajak bicara tidak sabar dan ingin Anda untuk mengatakan apa yang Anda inginkan secepat mungkin.

hal itu mungkin tidak benar. orang biasanya lebih memilih penjelasan yang baik untuk satu percakapan, Jadi bersantai lah.

3. Perhatikan Susunan Kalimat, Tidak Hanya Kata

Mungkin suatu waktu ketika Anda menggunakan satu kalimat. kadang dirasakan tidak sinkron. ( gak nyambung kata2-nya). Sayangnya, banyak orang mempelajari tiap arti kata, tapi tidak tahu bagaimana menggunakannya dalam sebuah kalimat.

contoh:
“bla bla…maka kemudian akhirnya setelah itu saya memutuskan untuk bla..bla..bla”
(maka-kemudian-akhirnya-setelah itu..??)

Bukankah jauh lebih berguna untuk memahami sebuah makna kalimat daripada mengacak ‘kata’?
toh pun mengarah pada maksud yang sama. “gunakan kalimat dengan efektif”

4. Belajarlah untuk Mendengarkan dan Menyimak

Ketika berbicara, Anda mungkin begitu terfokus pada apa yang ingin anda katakan. dan biasanya terlepas apakah itu benar atau tidak, biasanya Anda tidak sadar untuk mendengarkan apa yang orang lain katakan. maka mulailah peka mendengarkan dan menyimak kawan bicara Anda saat berkomunikasi. (tidak perlu agresif berbicara)

5. Berlatih dan Take Action (Praktek)

Seperti yang saya katakan di awal artikel ini, Anda mungkin fasih berbicara. tapi ini adalah soft-skill yang harus diaktifkan entah bagaimana. Tujuannya adalah untuk dapat melakukan komunikasi yang benar. dan praktek adalah cara terbaik untuk belajar dan meningkatkan teknik pemahaman dalam berkomunikasi.

Berbicara, di sisi lain, adalah proses yang jauh lebih spontan dibanding menulis. Jadi mulai temukan orang yang dapat berlatih dengan Anda, saya yakin bahwa ini akan menjadi pengalaman yang hebat.

Saya harap anda akan mempraktekkan tips ini. Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan jika ada sesuatu yang tidak jelas. Ingat betapa pentingnya untuk bertanya. Dan saya di sini siap untuk membantu Anda..

Fb: david setiadi

Ig: davidsetiadi_mps

Phone/Wa: 0818215685

Email: publicspeakingbandung@gmail.com

Home