Jasa Pelatihan Pelayanan Prima

Mengenal Lebih Jauh Tentang Pelatihan Pelayanan Prima

Kinerja suatu perusahaan sejalan dengan kinerja pekerjanya, semakin maksimal dan baik maka akan menjadikan perusahaan bisa maju. Tak jarang untuk memaksimalkan kinerja para pekerjanya, suatu perusahaan akan mengadakan kegiatan pelatihan pelayanan prima.

Ada banyak hal yang akan diperoleh para pekerja dengan mengikuti kegiatan ini, karena ada banyak motivasi dan dorongan yang didapatkan. Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan kegiatan pelatihan atau training pelayanan prima?

pelatihan pelayanan prima

Pengertian Pelatihan/Training Pelayanan Prima

Adapun yang dimaksud dengan training pelayanan prima adalah suatu pelatihan atau program pendidikan jangka pendek yang dilakukan menggunakan prosedur secara sistematis dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan pengetahuan, membangun mental, serta meningkatkan skill.

Dengan pengetahuan serta keterampilan dalam mengontrol sikap dan kecerdasan maka diharapkan para pekerja akan dapat memberikan pelayanan yang maksimal, prima, atau memuaskan para pelanggannya.

Pelayanan terbaik tersebut tentu sudah sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku pada instansi atau perusahaan terkait. Apabila sebuah perusahaan atau instansi belum memiliki standar pelayanan, maka pelayanan bisa disebut maksimal jika konsumen atau pelanggan merasa puas.

Kapan Sebuah Pelayanan Dikatakan Ramah?

Dalam melayani pelanggan, seorang pekerja atau pelayan tentu akan menunjukkan perilakunya untuk memaksimalkan pekerjaannya, seperti menyambut atau yang lainnya. Namun, suatu pelayanan terhadap konsumen bisa dikatakan ramah apabila memiliki ciri sebagai berikut.

Mengawali dengan Senyuman

Seorang karyawan yang ramah bisa ditandai dengan senyuman tulus yang diberikan kepada konsumennya. Pelanggan akan cenderung suka jika disambut dengan senyuman yang benar-benar hangat, bukan hanya sekadar senyuman terpaksa tanpa makna.

Meski hanya senyuman, ada banyak rasa yang akan didapatkan oleh para pelanggan ketika mendapatkan senyuman dari karyawan yang dihampirinya. Hal ini disebabkan sebuah senyuman dapat dimaknai sebagai sebuah sikap kesediaan pelayan melayani pelanggan yang datang kepadanya.

Selain itu, senyuman juga bisa menjadi pertanda bahwa karyawan sangat senang dihampiri pelanggan, karena ia akan menerima serta mendengarkan keluhan yang dihadapi pelanggan.

Menyebutkan Nama

Untuk menjaga kedekatan, seorang karyawan yang ramah dapat menyebutkan nama pelanggan ketika berbicara dengannya. Tanpa sadar, pelanggan akan merasa bahwa ia bukanlah orang asing bagi karyawan, melainkan seperti mitra atau teman dekat.

Menyebutkan nama pelanggan akan menjadi penanda bahwa meskipun seorang pelanggan sangat dihormati, ia bukanlah seseorang yang ditakuti sehingga pembicaraan terkesan kaku. Jadi jangan salah, meski sekadar menyebutkan nama, kepuasan pelanggan akan lebih meningkat.

Mendengar dan Mengerti

Layaknya seorang teman yang butuh teman curhat, seorang karyawan atau pelayan harus menunjukkan kepedulian terhadap pelanggan yang datang kepadanya. Kepedulian tersebut bisa ditunjukkan salah satunya dengan mendengarkannya berbicara.

Seorang pelanggan yang menceritakan keluhannya kepada karyawan membutuhkan solusi dari permasalahan tersebut, sehingga bukan hanya mendengar saja, tetapi ia mengharapkan pelayan untuk mengerti permasalahannya.

Melakukan Kontak Mata

Untuk menunjukkan bahwa seorang pelayan mendengar dan mengerti keluhan pelanggannya, kontak mata harus dilakukan. Jangan sampai seorang karyawan menambah keluhan pelanggan dengan enggan melakukan kontak mata dengannya.

Kontak mata dengan pelanggan saat berbicara dapat menandakan bahwa karyawan merasa peduli. Kontak mata juga bisa menambah rasa dari raut muka dan senyuman yang diberikan. Pelanggan justru akan merasa tidak dihargai jika tidak ada kontak mata dengan orang yang diajak bicara.

Pelanggan akan merasa bahwa penampilannya buruk maupun ada yang salah dengan penampilannya, atau gaya bicaranya tidak disukai jika lawan bicaranya tidak melakukan kontak mata saat berbicara.

Seorang karyawan yang sudah pernah mengikuti pelatihan pelayanan prima pasti mengerti akan hal ini.

Tidak Memotong Pembicaraan

Sebagai seorang “teman curhat” pelanggan yang ramah, seorang pelayan dilarang memotong pembicaraan pelanggan. Keramahtamahannya ia tunjukkan dengan cara mendengarkan sampai selesai, baru ia bisa berbicara untuk menanggapi pelanggan.

Pelanggan cenderung kurang puas bahkan tidak puas dengan pelayanan karyawan yang suka memotong pembicaraan. Ia cenderung merasa tidak dihargai, tidak merasa didengar, hingga merasa ini adalah bukan sesi curhat, melainkan sebuah perdebatan.

Bersedia Membimbing

Pelanggan yang datang selain butuh dimengerti ia juga butuh dibimbing. Bisa jadi ia tidak mengerti suatu sistem atau prosedur yang berlaku di sebuah perusahaan atau instansi. Karena itu, ia butuh bimbingan dari pelayan yang ia datangi.

Bimbingan tersebut dapat berupa panduan saat mengisi formulir pendaftaran atau yang lainnya, atau langkah-langkah lain yang harus dilakukan pelanggan, contohnya cara mengambil uang dari ATM atau yang lainnya.

Sikap ramah yang ditunjukkan para karyawan menunjukkan bahwa karyawan siap mengatasi masalah-masalah para pelanggannya yang berhubungan dengan output perusahaan. Tak hanya itu, sikap ramah pelayan juga menandakan ia peduli serta bersedia mengambil risiko bagi pelanggannya.

Dengan sikap ramah para pelayan atau karyawan, kepuasan pelanggan akan dapat meningkat. Ketika kepuasan pelanggan meningkat, citra perusahaan menjadi lebih baik, serta mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Untuk mengembangkan dan mengetahui bagaimana sikap ramah kepada pelanggan yang harus ditunjukkan, seorang karyawan dapat mengikuti sebuah pelatihan. Dengan pelatihan, karyawan lebih leluasa dalam melatih keterampilan tersebut agar lebih berkualitas ke depannya.

David Setiadi, Partner Tepat Meningkatkan Pelayanan Prima

Bingung mencari partner pelatihan pelayanan prima untuk karyawan perusahaan atau tim? David Setiadi dapat membantu meningkatkan soft skills sumber daya manusia melalui pelatihan yang diikuti. Dengan pengalaman selama bertahun-tahun Anda akan mendapat kepuasan pelatihan dari kami.

Ada beberapa alasan mengapa David Setiadi sangat tepat dijadikan partner untuk pelatihan karyawan dalam meningkatkan soft skills, di antaranya:

Suasana Pelatihan yang Menyenangkan

Sebuah pelatihan yang dilakukan melalui seminar, kelas, atau workshop terkadang membosankan karena hanya ada pembicaraan yang membuat rasa kantuk datang menyerang.

Namun tidak dengan pelatihan David Setiadi, atmosfer training akan lebih menyenangkan dengan adanya musik dan keceriaan yang diberikan. Tak hanya itu, penyampaian materi pun lebih berenergi dan mampu membangkitkan emosi serta semangat untuk lebih maju.

Harga Spesial

Siapa bilang partner pelatihan bertarif mahal? David Setiadi menyediakan Early Bird Discount yang dapat digunakan para peserta seminar publik atau workshop.

Bukan hanya itu saja, peserta yang sudah pernah mengikuti pelatihan juga diberi kesempatan alias gratis untuk mengulang di seminar atau workshop mana pun yang menggunakan jasa kami.

Bimbingan Pasca Pelatihan

Setelah seminar atau workshop selesai, peserta bisa saja lupa atau ada pertanyaan yang belum tersampaikan. Untuk itu, kami menyediakan bimbingan atau konsultasi setelah pelatihan yang bisa diikuti para peserta secara individu melalui media digital.

Jaminan Kepuasan

Banyak perusahaan-perusahaan besar yang telah menjadi partner kami merasa puas dengan pelatihan yang diberikan, termasuk Kementerian RI. Untuk itu, Anda tak perlu merasa khawatir kurang puas, karena kami menjamin kepuasan pelanggan hingga di atas 90%.

Segera kunjungi Davidsetiadi.com untuk info lebih lanjut mengenai jasa pelatihan pelayanan prima untuk terbaik. Kembangkan soft skills-mu atau karyawanmu untuk kemajuan bersama.

Anda membutuhkan Trainer yang berpengalaman? Silahkan hubungi kami di nomor

Phone/WA/SMS : 0857 2107 0453 - Yosep